Bapak Ismail mengaku memang sudah beberapa kali membuka usaha sebelumnya, seperti menjual pakaian dan warung kuliner, yang kesemuanya itu tidak bertahan lama. Hingga akhirnya ia memutuskan untuk membuka warung sembako. “Sebelum ini saya pernah membuka toko pakaian dan warung makanan, tapi tidak bertahan lama. Akhirnya tahun 2011 saya mencoba membuka warung sembako di salah satu pasar di sini,” ungkap Pak Ismail. Ketika itu, kabar buruk menimpa Pak Ismail saat usahanya baru berjalan 2 tahun. Pasar tempatnya berdagang akan dibongkar untuk dijadikan pasar yang lebih bagus. Mendengar hal ini Pak Ismail langsung mengambil tindakan dengan menyewa ruko tidak jauh dari pasar tersebut. “Betapa terkejutnya saya mendengar kalau pasar mau dibongkar dan akan dibangun pasar yang baru. Sayangnya kios pengganti sementara yang disediakan ukurannya sangat kecil jika dibandingkan dengan ukuran kios semula. Tanpa pikir panjang saya beranikan diri untuk menyewa ruko tidak jauh dari pasar. Apabila pasar itu jadi dibongkar, saya sudah mempersiapkan warung terlebih dahulu,” ungkap Pak Ismail lebih lanjut. Singkat cerita, Pak Ismail justru merasakan kemajuan yang sangat berarti dengan membuka warung sembako di ruko barunya. Meskipun di ruko tersebut sudah ada warung sembako lain, namun pembeli lebih senang berbelanja kebutuhan pokok di warung Pak Ismail. Selain barang-barangnya lengkap, soal harga juga lebih murah dibandingkan dengan warung lainnya. Dengan prinsip untung sedikit asalkan permintaan pelanggan terpenuhi menjadi alasan tersendiri warungnya tumbuh pesat. Kerja sama dengan distributor-distributor juga dilakukan oleh Pak Ismail untuk memenuhi warungnya dengan barang dalam jumlah yang besar. Hal inilah yang membuat harga-harga di warung Pak Ismail jauh lebih murah dibandingkan dengan yang dijual warung lainnya. Itulah yang dilakukan oleh Bapak Ismail, yang kini sukses menjadi seorang pedagang sembako. Hingga saat ini Pak Ismail telah memiliki ruko sendiri, bahkan sudah dapat membangun rumah yang lebih baik lagi. “Perubahan pasti ada, tinggal bagaimana kita mengelola keuangan. Kalau dikelola dengan baik, pasti hasilnya juga baik. Begitupun sebaliknya,” pungkas Pak Ismail menutup pembicaraan..jpg)