Batang kelapa ternyata bisa menghasilkan bahan untuk gula merah, yakni dengan mengambil nira dari umbut kelapa yang sudah ditumbang. Hal ini sedikit banyak bisa memecahkan permasalahan ekonomi bagi petani kelapa yang menghadapi masa tanam ulang (replanting). "Banyak orang yang bingung takut kehilangan penghasilan saat kebun kelapanya di replanting, kami berharap ini bisa menjadi solusi,” terang Bapak Aan memulai ceritanya. Secara ekonomis, menurut Pak Aan potensi ini sangat menjanjikan. Bagaimana tidak, satu kaveling atau 2 hektar kebun kelapa bisa menghasilkan keuntungan hingga ratusan juta rupiah. Tepatnya tahun 2017 lalu, Pak Aan memperoleh tambahan modal kerja dari Bank Sampoerna untuk memperbesar usahanya. Hal ini tidak disia-siakan oleh Pak Aan untuk memproduksi gula kelapanya lebih banyak lagi. Alhasil, penghasilannya pun kian meroket secepat kilat. Dari bilangan belasan juta rupiah per bulan kini Pak Aan mampu mengantongi penghasilan hingga satu setengah kalinya.