Testimoni Nasabah

Testimoni Nasabah2018-09-24T00:40:59+00:00

Kesuksesan Bukan Melulu Milik Lelaki

Ibu Norwati
Penjual Sate

“Awalnya kami hanya mencoba keberuntungan dengan berjualan sate, karena kami takut gagal lagi seperti usaha-usaha sebelum ini. Namun ternyata masyarakat di sini menerima keberadaan kami menjajakan sate. Mereka ingin sekali merasakan masakan khas Madura ini” Ujar Ibu Norwati, penjual sate yang awalnya berkeliling menggunakan gerobak bersama suami. Setiap hari usahanya semakin laris.

Hingga suatu saat terpikir olehnya untuk membuka kios sate secara permanen. Akhirnya Norwati mencoba membuka warung sate di sekitar terminal dengan menggunakan tenda dan ternyata pelanggan yang mampir ke warungnya. Seiring banyaknya pelanggan yang mampir ke tenda Ibu Norwati menjadi permasalahan tersendiri bagi ibu Norwati. Adalah Tempat yang kurang memadai untuk menampung pembeli yang sangat banyak. Selain itu kendaraan operasional sangat dibutuhkan untuk pembelian bahan mentah yang jaraknya lumayan jauh dari lokasi usahanya.

September  2014, Ibu Norwati dan suami mengajukan pinjaman ke Bank Sahabat Sampoerna  dan akhirnya Ibu Norwati tidak lagi berjualan menggunakan tenda melainkan sudah membuka usaha secara permanen di terminal  dan ternyata banyak pelanggan yang mampir ke warungnya. Usahanya tambah maju dan saat ini Ibu Norwati dibantu oleh anaknya sebagai bentuk regenerasi usahanya.

Gula kelapa yang manis hasilnya

Bapak Aan
Petani

Batang kelapa ternyata bisa menghasilkan bahan untuk gula merah, yakni dengan mengambil nira dari umbut kelapa yang sudah ditumbang. Hal ini sedikit banyak bisa memecahkan permasalahan ekonomi bagi petani kelapa yang menghadapi masa tanam ulang (replanting).

“Banyak orang yang bingung takut kehilangan penghasilan saat kebun kelapanya di replanting, kami berharap ini bisa menjadi solusi,” terang Bapak Aan memulai ceritanya.

Secara ekonomis, menurut Pak Aan potensi ini sangat menjanjikan. Bagaimana tidak, satu kaveling atau 2 hektar kebun kelapa bisa menghasilkan keuntungan hingga ratusan juta rupiah.

Tepatnya tahun 2017 lalu, Pak Aan memperoleh tambahan modal kerja dari Bank Sampoerna untuk memperbesar usahanya. Hal ini tidak disia-siakan oleh Pak Aan untuk memproduksi gula kelapanya lebih banyak lagi. Alhasil, penghasilannya pun kian meroket secepat kilat. Dari bilangan belasan juta rupiah per bulan kini Pak Aan mampu mengantongi penghasilan hingga satu setengah kalinya.

Omset pertahun tidak se-mini Bakpao

Musram
Pengusaha

Ada banyak usaha kecil yang dijalankan masyarakat yang ternyata tidak kecil hasilnya. Salah satu contohnya adalah usaha di bidang kuliner yakni bakpao. Bakpao selama ini dikenal sebagai makanan khas dari masyarakat Tionghoa dan banyak yang beranggapan bahwa hanya masyarakat Tionghoalah yang bisa membuatnya. Adalah Musram, sosok pria kelahiran Tuban Jawa Timur ini memanfaatkan peluang menjual kue bakpao untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-harinya sejak tahun 2015.

Musram mulai menjalankan usaha bakpao bersama sang istri dengan membuka toko kue yang diberi nama UD. Elsa Jaya yang terletak di Jl. Dr. Wahidin SH GG 28E/22 RT/RW 006/002, Randuagung Kebomas, Gresik – Jawa Timur.

Setelah mendapatkan tambahan modal usaha dari Bank Sahabat Sampoerna, peluang bisnis yang dulunya dimulai dengan modal yang seadanya, saat ini bisa sukses menjual bakpao dengan omzet berkisar ratusan juta rupiah pertahunnya. Permintaan akan bakpao kian hari kian meningkat. Tidak tanggung-tanggung omzet pertahun mengalami peningkatan sekitar 30% hingga semester I tahun 2017 ini.

“Kami sangat berterima kasih sekali kepada Bank Sahabat Sampoerna yang telah membantu memberikan tambahan modal kerja. Kami telah menambah jumlah tenaga kerja dan mesin produksi sehingga kami tidak khawatir lagi memenuhi permintaan pelanggan”, tutur Musram.

Pasang Surut Usaha

Muhari Yanuar
Pengusaha

Bisnis dibidang penjualan pakan hewan terkadang dipandang sebagai bisnis yang kurang berpotensi bagi sebagian orang. berbeda dengan Muhari Yanuar yang dengan ulet merintis bisnisnya sejak tahun 2001. Terlebih lagi tempat tinggal Muhari berada di Pontianak, menjadi lokasi yang potensial untuk membuka usaha pakan ikan.

Disaat menjalankan bisnisnya, banyak pasang surut yang harus dilalui oleh Bapak 3 anak ini. Salah satunya kesulitan modal untuk menambah variasi pakan ikan yang kian beragam untuk memenuhi permintaan pelanggan.

Hingga pada akhirnya di tahun 2014, Bank Sampoerna memberikan fasilitas pinjaman modal kepada Muhari untuk menambah jenis pakan hewan. Semenjak mendapatkan bantuan dari Bank Sampoerna, Muhari tidak hanya menjual pakan ikan namun juga pakan untuk pertenakan ayam dan memperoleh dana untuk pembelian ruko baru. Saat ini usaha Muhari memiliki omzet ratusan juta rupiah dan kian berkembang hingga memiliki 8 ruko untuk menunjang usahanya.

Yatini, “Tekad Pantang Menyerah” seorang petani dan peternak kambing

Yatini
Petani dan Peternak

Berbekal semangat dan ketangguhan ibu Yatini, walau telah ditinggal berpulang oleh suaminya yang tuna netra tidak ada kata pantang menyerah bagi ibu yang tabah ini. Pekerjaannya semakin mantap setelah mendapatkan banyak pengarahan dari rekan-rekan Bank Sampoerna tentang hidup yang sejahtera dan terus maju, yang pada akhirnya diberikan pendanaan oleh Bank Sampoerna guna keperluan membeli pupuk untuk sawahnya. Dengan upaya terus menerus dan bimbingan dari rekan-rekan Bank Sampoerna, akhirnya ibu yang memiliki keinginan kuat ini, mampu membeli kambing untuk menyambung hidupnya. Sawah yang digarapnya semakin subur dan menghasilkan beras yang unggul, disertai dengan berkembang biak dari kambing yang dimilikinya.