Testimoni Nasabah

Testimoni Nasabah2018-09-24T00:40:59+00:00

Gula kelapa yang manis hasilnya

Bapak Aan
Petani

Batang kelapa ternyata bisa menghasilkan bahan untuk gula merah, yakni dengan mengambil nira dari umbut kelapa yang sudah ditumbang. Hal ini sedikit banyak bisa memecahkan permasalahan ekonomi bagi petani kelapa yang menghadapi masa tanam ulang (replanting).

“Banyak orang yang bingung takut kehilangan penghasilan saat kebun kelapanya di replanting, kami berharap ini bisa menjadi solusi,” terang Bapak Aan memulai ceritanya.

Secara ekonomis, menurut Pak Aan potensi ini sangat menjanjikan. Bagaimana tidak, satu kaveling atau 2 hektar kebun kelapa bisa menghasilkan keuntungan hingga ratusan juta rupiah.

Tepatnya tahun 2017 lalu, Pak Aan memperoleh tambahan modal kerja dari Bank Sampoerna untuk memperbesar usahanya. Hal ini tidak disia-siakan oleh Pak Aan untuk memproduksi gula kelapanya lebih banyak lagi. Alhasil, penghasilannya pun kian meroket secepat kilat. Dari bilangan belasan juta rupiah per bulan kini Pak Aan mampu mengantongi penghasilan hingga satu setengah kalinya.

Omset pertahun tidak se-mini Bakpao

Musram
Pengusaha

Ada banyak usaha kecil yang dijalankan masyarakat yang ternyata tidak kecil hasilnya. Salah satu contohnya adalah usaha di bidang kuliner yakni bakpao. Bakpao selama ini dikenal sebagai makanan khas dari masyarakat Tionghoa dan banyak yang beranggapan bahwa hanya masyarakat Tionghoalah yang bisa membuatnya. Adalah Musram, sosok pria kelahiran Tuban Jawa Timur ini memanfaatkan peluang menjual kue bakpao untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-harinya sejak tahun 2015.

Musram mulai menjalankan usaha bakpao bersama sang istri dengan membuka toko kue yang diberi nama UD. Elsa Jaya yang terletak di Jl. Dr. Wahidin SH GG 28E/22 RT/RW 006/002, Randuagung Kebomas, Gresik – Jawa Timur.

Setelah mendapatkan tambahan modal usaha dari Bank Sahabat Sampoerna, peluang bisnis yang dulunya dimulai dengan modal yang seadanya, saat ini bisa sukses menjual bakpao dengan omzet berkisar ratusan juta rupiah pertahunnya. Permintaan akan bakpao kian hari kian meningkat. Tidak tanggung-tanggung omzet pertahun mengalami peningkatan sekitar 30% hingga semester I tahun 2017 ini.

“Kami sangat berterima kasih sekali kepada Bank Sahabat Sampoerna yang telah membantu memberikan tambahan modal kerja. Kami telah menambah jumlah tenaga kerja dan mesin produksi sehingga kami tidak khawatir lagi memenuhi permintaan pelanggan”, tutur Musram.

Pasang Surut Usaha

Muhari Yanuar
Pengusaha

Bisnis dibidang penjualan pakan hewan terkadang dipandang sebagai bisnis yang kurang berpotensi bagi sebagian orang. berbeda dengan Muhari Yanuar yang dengan ulet merintis bisnisnya sejak tahun 2001. Terlebih lagi tempat tinggal Muhari berada di Pontianak, menjadi lokasi yang potensial untuk membuka usaha pakan ikan.

Disaat menjalankan bisnisnya, banyak pasang surut yang harus dilalui oleh Bapak 3 anak ini. Salah satunya kesulitan modal untuk menambah variasi pakan ikan yang kian beragam untuk memenuhi permintaan pelanggan.

Hingga pada akhirnya di tahun 2014, Bank Sampoerna memberikan fasilitas pinjaman modal kepada Muhari untuk menambah jenis pakan hewan. Semenjak mendapatkan bantuan dari Bank Sampoerna, Muhari tidak hanya menjual pakan ikan namun juga pakan untuk pertenakan ayam dan memperoleh dana untuk pembelian ruko baru. Saat ini usaha Muhari memiliki omzet ratusan juta rupiah dan kian berkembang hingga memiliki 8 ruko untuk menunjang usahanya.

Yatini, “Tekad Pantang Menyerah” seorang petani dan peternak kambing

Yatini
Petani dan Peternak

Berbekal semangat dan ketangguhan ibu Yatini, walau telah ditinggal berpulang oleh suaminya yang tuna netra tidak ada kata pantang menyerah bagi ibu yang tabah ini. Pekerjaannya semakin mantap setelah mendapatkan banyak pengarahan dari rekan-rekan Bank Sampoerna tentang hidup yang sejahtera dan terus maju, yang pada akhirnya diberikan pendanaan oleh Bank Sampoerna guna keperluan membeli pupuk untuk sawahnya. Dengan upaya terus menerus dan bimbingan dari rekan-rekan Bank Sampoerna, akhirnya ibu yang memiliki keinginan kuat ini, mampu membeli kambing untuk menyambung hidupnya. Sawah yang digarapnya semakin subur dan menghasilkan beras yang unggul, disertai dengan berkembang biak dari kambing yang dimilikinya.

Weri Iswadi “KRUPUK PASUNDAN”, Depok

Weri Iswadi
Pedagang

“Kata Pasundan berawal dari kata Padang dan Sunda. Dimana saya lahir di Padang dan nekat merantau ke Jawa (Sunda) dan membangun usaha disini. Dalam membangun produksi krupuk ini saya melibatkan pedagang sebagai kunci utamanya. Saya sediakan fasilitas nya dari peralatan penggorengan, rombong dan kaleng krupuk hingga bahan mentah krupuknya. Pedagang tinggal kas bon krupuk mentah, menggoreng sendiri sesuai kebutuhan hari itu. Hal itu saya lakukan untuk dapat meningkatkan rasa kepemilikan dari bisnis ini.

Berbagai macam tantangan selama membangun usaha produksi krupuk ini telah dilewati, dari keluar masuknya pedagang, human error dan weather error. Segala inovasi dan solusi dari segala tantangan telah saya lakukan hingga akhirnya bertemu dengan Bank Sampoerna.

Alhamdulillah berawal dari usaha kecil membuat krupuk ini, usaha saya semakin berkembang berkat bantuan pinjaman dan pendampingan dari Bank Sampoerna. Saya dapat membeli alat cetak dan pengering (oven) krupuk, sehingga dapat meningkatkan kapasitas produksi krupuk saya dan tidak kawatir dengan cuaca atau musim hujan. Dari sisi persediaan bahan baku, saya menjadi lebih kuat dan dapat mulai berinovasi ke krupuk kulit serta dapat menambah rombong dan kaleng krupuk untuk pedagang.

Disamping itu Bank Sampoerna pelayanannya cepat, simpel dan memuaskan. Saat ini saya memiliki 2 lokasi usaha di Depok dan Sawangan dan semakin optimis mengembangkan usaha saya bersama Bank Sampoerna”.