Ali Yong NewNasabah dan Mitra Bisnis yang terhormat,

 

Sebagai sebuah institusi keuangan, Bank Sahabat Sampoerna (Bank Sampoerna) masih berusia relatif muda. Bank Sampoerna telah beroperasi  selama 26 tahun, termasuk 6 tahun terakhir di mana Bank ini menggunakan nama Bank Sampoerna. Dalam usia yang relatif muda, Bank Sampoerna telah mampu mengonsolidasikan nilai-nilai budaya dan sumber dayanya serta memfokuskan kekuatan yang dimiliki untuk memperbaiki infrastruktur dan pondasi organisasi hingga produk dan layanan, khususnya dalam menghadapi kondisi ekonomi dan persaingan yang ketat. Bank Sampoerna telah berupaya keras melayani nasabah dengan sebaik-baiknya dan secara bersamaan terus meningkatan kinerja.

 

Dalam paruh pertama tahun 2017 ini, Bank Sampoerna telah membukukan pertumbuhan yang cukup baik. Dengan dukungan nasabah dan seluruh pihak, disertai semangat yang ditunjukkan oleh para karyawan, kami yakin bahwa pertumbuhan Bank Sampoerna akan terus berlanjut.

 

Kita patut bersyukur bahwa dalam kondisi ekonomi yang belum berada pada tingkat yang diharapkan dan persaingan yang semakin ketat, Bank Sampoerna tetap mampu menunjukkan kinerja yang baik. Laba bersih Bank Sampoerna pada paruh pertama tahun 2017 mencapai Rp.23,9 miliar atau meningkat 20% dibandingkan laba bersih pada paruh pertama tahun 2016 sebesar Rp.20,0 miliar. Penyaluran kredit dan dana pihak ketiga secara year on year (yoy) berhasil tumbuh double digit, masing-masing sebesar 15% dan 20% atau berturut- turut menjadi Rp.6,1 triliun dan Rp.6,8 triliun. Peningkatan pinjaman yang disalurkan ini merupakan faktor utama yang mendorong peningkatan total aset. Hingga akhir Juni 2017, Total Aset Bank Sampoerna tercatat sebesar Rp.8,3 triliun meningkat 18% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang hanya sebesar Rp.7,0 triliun.
Pada sisi lain, rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) Bank Sampoerna terkelola dengan baik. NPL gross berada pada level 3,66% pada akhir Juni 2017, menurun jika dibandingkan dengan posisi per akhir Juni 2016 sebesar 3,97%. Mengantisipasi pertumbuhan lebih lanjut pinjaman yang diberikan, juga dengan pertumbuhan DPK yang lebih tinggi dari pertumbuhan kredit, per Juni 2017, likuiditas Bank membaik. Hal ini ditunjukkan dengan rasio kredit terhadap pendanaan (LDR) yang tercatat sebesar 88,30%, menurun dibandingkan dengan rasio per Juni 2016 sebesar 90,78%. Sementara itu, didukung dengan tambahan modal, rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/ CAR) mencapai 18,26%.

 

Tak dapat dipungkiri bahwa kinerja ini tercapai berkat kerja sama yang baik antara 3 pihak. Nasabah, Mitra Bisnis, dan Organisasi, yang terdiri dari berbagai tim yang saling mendukung di Bank Sampoerna, kesemuanya bekerja sama dan menciptakan hubungan yang saling menguntungkan/mutualisme. Hubungan yang saling memberikan manfaat antar 3 pihak ini sejalan dengan filosofi yang terkandung dalam Nilai-Nilai Budaya Perusahaan yang tercermin dalam nilai inti:
a) Teamwork & Flexibility (Kerjasama dan Fleksibilitas)
b) Respect (Sikap Menghormati)
c) Integrity & Ethics (Integritas dan Etika)
d) Community (Membangun Komunitas)
Sebagai bagian dari Keluarga Besar Sampoerna Grup, kami tidak dapat menafikan peran sentral dari Nasabah dan Mitra Bisnis semua. Dengan selalu mengingatkan agar penerapan nilai budaya perusahaan, kami senantiasa bersyukur atas dukungan nasabah dan Mitra Bisnis sekalian.
Mewakili keluarga besar Bank Sampoerna, kami mengucapkan terima kasih atas perhatian dan dukungan Nasabah dan seluruh Mitra Bisnis. Semoga Tuhan YME selalu memberkati kita semua.
Salam Sahabat,
Ali Rukmijah
CEO