Lebih Dekat Dengan Anak-Anak Penderita Hydrocephalus Bank Sampoerna Lakukan Kunjungan ke Wisma Kasih Bunda Semarang

Dalam rangka lebih meningkatkan hubungan baik, pada tanggal 16 Februari 2017 PT Bank Sahabat Sampoerna (Bank Sampoerna) melakukan kunjungan ke Yayasan Wisma Kasih Bunda yang berlokasi di Kota Semarang Jawa Tengah. Ibunda dari Anne Avantie dan Intan Avantie, putri dari Anne Avantie menyambut hangat perwakilan dari Bank Sampoerna dan Sampoerna Group. Interaksi berlangsung dengan begitu akrab, termasuk interaksi dengan beberapa anak dan orang tua pasien yang pada saat itu akan melakukan perawatan.

 

Dinformasikan juga oleh Intan Avantie bahwa saat ini sebanyak lebih kurang 1000 anak yang telah ditangani oleh Yayasan Wisma Kasih Bunda dengan berbagai penyakit antara lain Hydrocephalus, Atresia Ani (kelainan pada lubang anus), Meningococcal (penyakit yang disebabkan oleh bakteri), Labiopalatoschisis (penyakit bibir sumbing), Leukimia (kanker darah putih) dan penyakit lain yang membutuhkan penanganan khusus. Setiap bulannya dilakukan tindakan operasi rata-rata terhadap 2 anak. Jumlah ini tergantung dari besarnya donasi yang diterima dan ketersediaan kamar yang diberikan oleh rumah sakit St. Elisabeth untuk Yayasan Wisma Kasih Bunda. Dikarenakan donasi yang diterima dari para donator saat ini mengalami penurunan, maka untuk membantu anak-anak yang akan di operasi, Yayasan Wisma Kasih Bunda bekerjasama dengan BPJS dimana sebagian biaya operasi ditanggung oleh BPJS dan sebagian lagi ditanggung oleh Wisma Kasih Bunda.

 

Ibu Asmanah, salah seorang pengurus Yayasan Wisma Kasih Bunda mengutarakan bahwa saat ini masih ada sebanyak 5 anak yang masih harus dibantu untuk di operasi dan rata-rata setiap bulannya Wisma Kasih Bunda menerima donasi dari para donator sebesar Rp.30 – 40 juta. Sedangkan biaya operasi untuk setiap anak hingga mencapai Rp.35 juta belum ditambah dengan biaya rutin setiap hari untuk membantu anak-anak yang tidak punya orang tua yang dirawat di Wisma Kasih Bunda.

 

Dalam kunjungan ini, Bank Sampoerna memperoleh informasi perkembangan dari anak-anak yang telah dibantu serta kendala-kendala yang dihadapi oleh Yayasan Wisma Kasih Bunda. Wisma Kasih Bunda merupakan Yayasan penerima donasi secara berkesinambungan setiap bulannya dari para nasabah Tabungan Hati yang dikelola oleh Bank Sampoerna. Hingga saat ini, donasi telah berjalan hampir 2 tahun lamanya. Total donasi yang telah di sumbangkan ke Yayasan Wisma Kasih Bunda untuk membantu anak-anak penderita hydrocephalus adalah sebesar Rp.206.133.379,-.

 

Pada hari yang sama, Manajemen Bank Sampoerna juga menyempatkan untuk mengunjungi rumah salah satu pasien hydrocephalus yaitu Conita yang telah dibantu dan beramah tamah dengan orang tua anak tersebut. Awalnya, pada saat berusia 2 bulan, Conita belum bisa melihat dan hal ini dikarenakan adanya penyumbatan pembuluh otak. Dokter menyatakan bahwa Conita menderita Hydrocephalus skala ringan. Saat ini Conita yang telah berusia 5 tahun dan masih belum dapat berjalan serta masih menjalani terapi dua kali seminggu.

KISAH ANAK-ANAK PENDERITA HYDROCEPHALUS

 

Wahyu

Wahyu  berusia 3 tahun 7 bulan, sejak bayi sudah ditinggal kedua orang tuanya dan hingga saat ini Wahyu dirawat oleh Yayasan Wisma Kasih Bunda. Wahyu menderita  4 penyakit sekaligus yaitu Hydrocephalus, tidak dapat melihat, tidak dapat mendengar dan kelainan tulang belakang. Yayasan Wisma Kasih Bunda masih membutuhkan biaya untuk pengobatan Wahyu dan untuk kebutuhan hidupnya sehari –hari.

 
 
 


 

Cakra

Sama dengan  Wahyu, Cakra juga sudah ditinggal kedua orangtuanya sejak lahir yang dibuang oleh orang tuanya di depan pintu Wisma Kasih Bunda. Saat ini Cakra berusia 1 tahun dan menderita penyakit Atresia Ani yaitu penyakit kelainan tidak punya dubur. Saat usia yang masih sangat kecil, Cakra di operasi di perutnya untuk membuat lubang colostomy yaitu membuat saluran untuk pembuangan air besar by pass di perutnya. Rencananya dalam beberapa bulan ke depan Cakra mau di operasi lagi untuk dibuatkan saluran di duburnya dan dibutuhkan biaya yang  cukup besar untuk operasi ini. Saat ini Cakra diasuh dan dirawat oleh Wisma Kasih Bunda dan Cakra membutuhkan biaya untuk hidupnya untuk membeli susu dan juga yang tidak kalah pentingnya yaitu untuk  membeli kantong colostomy sebagai wadah untuk menampung  air besar dari perutnya.

 

 

 


 

Sandy

Saat ini Sandy sudah  berusia 3 tahun 6 bulan. Pada umur 2.5 tahun Sandy menderita luka bakar akut di sekujur tubuhnya oleh karena tersiram kuah kolak yang sedang dimasak. Ketika orang tuanya sedang memasak kolak di dapur, sandy sedang bermain bola kecil dan kemudian bola tersebut masuk ke dapur dan dekat dengan kuali panas berisi kolak. Tanpa sengaja Sandy mengenai kuali tersebut saat hendak mengambil bola dan kuah kolak yang panas mengguyur sekujur tubuh Sandy sehingga menyebabkan luka bakar akut. Sandy sudah beberapa kali  menjalani operasi untuk pengelupasan kulit dan juga menjalani operasi untuk memisahkan jarinya yang menyatu karena lengket terkena kuah kolak yang panas. Sandy masih butuh biaya operasi untuk menumbuhkan kulit yang baru dan juga operasi untuk jari tangannya agar tidak menempel lagi.

 

 

 


 

Kurniawan

Saat ini Kurniawan sudah berusia 4 tahun. Kurniawan menderita penyakit hydrocephalus dan saat usia 2 tahun sudah beberapa kali melakukan operasi pemasangan selang di kepala atau dikenal dengan Ventriculoperitoneal Shunt (VP Shunt). Selang ini berfungsi untuk membuang cairan Serebrospinal berlebih di kepala untuk disalurkan dan di serap oleh tubuh. Kurniawan masih membutuhkan biaya untuk operasi penggantian selang dan juga biaya untuk fisioterapi agar anggota tubuhnya tidak kaku.

 


 

Jasmin

Saat ini Jasmin sudah berusia 4 tahun. Jasmine ketika berusia beberapa bulan baru diketahui mengidap penyakit hydrocephalus. Jasmin saat usia 2 tahun sudah dilakukan operasi pemasangan selang VP Shunt untuk menyalurkan cairan dikepalanya menuju ke perut agar dapat di serap oleh tubuh dan dibuang melalui air seni atau air besar. Jasmin selalu dalam posisi tiduran oleh karena ukuran kepalanya yang masih besar dan juga asupan makan hanya bisa yang lembut atau di blender. Jasmin masih membutuhkan biaya untuk operasi berikutnya dan juga biaya untuk fisioterapi.

 

 

 

 
 
 
 
 
 


 

Fahri

 Saat ini Fahri sudah berusia 9 tahun. Fahri menderita penyakit hydrocephalus dan sudah di operasi sebanyak 3 kali untuk pemasangan dan penggantian selang VP Shunt. Selang ini berfungsi untuk menyalurkan cairan Serebrospinal berlebih di kepala dan disalurkan ke perut untuk di serap ke tubuh. Dengan disalurkan cairan tersebut maka dapat mengurangi ukuran lingkar kepala.Menurut orang tua Fahri berdasarkan informasi dari dokternya penyakit yang di idap oleh Fahri disebabkan oleh Virus Toksoplasma dimana virus ini menyerang ke otak anak. Virus ini bisa berasal dari hewan peliharan seperti kucing dan anjing dan juga kotoran unggas. Di usia yang sudah 9 tahun, Fahri masih terbaring lemas dan belum dapat berjalan. Setiap hari Fahri dirawat oleh ibunya dengan penuh kasih sayang. Orang tua Fahri orang yang kurang mampu dalam hal ekonomi dan masih membutuhkan biaya untuk perawatan Fahri seperti untuk operasi penggantian selang dan juga biaya untuk fisioterapi setiap minggunya.

 

 

 

 

Bank Sampoerna mengucapkan terima kasih kepada seluruh nasabah Tabungan Hati yang masih setia menyimpan dananya melalui Tabungan Hati dan mendonasikan sebagian bunga tabungannya secara bulanan untuk berbagi kasih kepada sesama yang membutuhkan.DDDoMari terus tingkatkan saldo Tabungan Hati Anda agar dapat membantu lebih banyak untuk Wahyu, Cakra, Sandy, Kurniawan, Jasmin, Fahri dan masih banyak lagi anak-anak yang lain yang saat ini sangat membutuhkan pertolongan Anda.   

 

“Jika Tuhan memberimu rezeki lebih, sesungguhnya Ia tidak sedang memintamu membeli lebih. Ia memberikanmu kesempatan untuk berbagi lebih”

-Fahd Pahdepie-