Bank Sampoerna Hadir di Kota Bandung

“Komitmen Untuk Memberdayakan UMKM di Jawa Barat”

Bandung, 2 Juli 2013 – Dalam rangka mewujudkan komitmen untuk memberdayakan usahawan mikro dan UKM, maka Grup Sampoerna secara kontinu mengembangkan jaringan usahanya di berbagai daerah di Indonesia.

“Bank Sampoerna berkomitmen untuk memberikan kontribusi konkrit dalam memajukan sektor mikro dan UKM di Indonesia. Di Jawa Barat kali ini, visi kami adalah membantu meningkatkan skala bisnis para usahawan mikro dan kecil, “ jelas Direktur Utama Bank Sahabat Sampoerna, Indra W. Supriadi, Selasa, 2 Juli 2013, saat peresmian pembukaan Kantor Cabang Bank Sahabat Sampoerna di Bandung.

Diawali dengan kegiatan pemberdayaan melalui Sahabat UKM pada tahun 2008, dengan jaringan lebih dari 118 kantor yang tersebar di Jakarta, Sumatera, Jawa, Kalimantan dan Sulawesi, Grup Sampoerna telah membantu puluhan ribu nasabah mikro dan UKM di Indonesia. Dengan demikian, secara nyata Grup Sampoerna melalui Sampoerna Financial Group telah merambah ke berbagai pelosok daerah di Indonesia.

Tahun 2011, Melalui PT Sampoerna Investama – Group Sampoerna Strategic mengakuisisi 85% saham dari Bank Dipo Internasional – paska akuisisi, pada tahun 2012 Bank Dipo Internasional berubah nama menjadi Bank Sahabat Sampoerna.

Bank Sahabat Sampoerna saat ini memiliki jaringan kantor yang tersebar di Jakarta, Medan, Pekanbaru, Palembang dan Surabaya. Hari ini, Kantor Cabang Bandung secara resmi telah dibuka dan beroperasi dan akan dilanjutkan dengan pembukaan Kantor Cabang di Balikpapan dan Makassar.

Dalam upaya memberikan kemudahan kepada para nasabah, Bank Sampoerna meningkatkan aspek pelayanan melalui layanan ATM yang terkoneksi jaringan PRIMA. Nasabah memiliki kemudahan untuk mengakses layanan Bank melalui 43.000 jaringan ATM PRIMA. “Pembukaan kantor cabang kami kali ini, memiliki arti penting bagi Bank Sahabat Sampoerna karena kami sekarang dapat lebih dekat lagi dengan masyarakat Jawa Barat, khususnya kota Bandung”, ujar Indra.

Lebih lanjut Indra mengatakan Kota Bandung memiliki potensi bisnis yang luar biasa, baik dari sisi investasi maupun perdagangannya. “Merupakan peluang yang baik bagi Bank Sahabat Sampoerna untuk ikut berkonstribusi dalam memberikan layanan perbankannya kepada masyarakat, baik dalam hal penghimpunan dana maupun penyalurannya”, papar Indra.

Sebagai bentuk perwujudan tanggung jawab sosial kepada masyarakat di Jawa Barat, maka pada kesempatan ini kami juga ingin ikut berbagi dengan memberikan donasi kepada Rumah Zakat dan Panti Sosial Bina Netra Wiyata Guna.




Aset tumbuh 35% dan Struktur Permodalan Yang Kuat

Dalam periode tahun ke 2 paska akuisisi, Bank Sampoerna mampu meningkatkan kinerja bisnisnya. Hal ini tercermin selama tahun 2012 pertumbuhan Bank Sampoerna tetap solid, dan di Maret 2013 membukukan jumlah aset mencapai Rp1,63 triliun yang meningkat lebih dari 2 (dua) kali lipat dari jumlah aset pada saat akuisisi sebesar Rp798 miliar pada tahun 2010.

Dana masyarakat juga melonjak cukup signifikan menjadi sebesar Rp1,21 triliun per Maret 2013, yang menunjukkan bahwa tingkat kepercayaan masyarakat terhadap Bank tetap dapat dijaga dengan baik dan bahkan terus meningkat. Grup Sampoerna Strategic melalui PT Sampoerna Investama sebagai pemegang saham pengendali juga telah menyuntikkan modal sebesar Rp85 miliar di akhir tahun 2012 sebagai perwujudan komitmen yang diberikan, sehingga CAR meningkat menjadi 32,6%.


Ikhtisar Keuangan



Tahap awal – Membangun Kepercayaan Stakeholders

Bank Sahabat Sampoerna senantiasa akan memperkuat produk dan layanan, khususnya memberikan solusi inovatif dan unik kepada masyarakat. ”Kami menyadari bahwa sebagai pemain yang relatif baru tentunya tidaklah mudah untuk bersaing di industri perbankan yang demikian kompetitif. ”Bagaimana membangun kepercayaan para stakeholders menjadi target utama kami,” tegas Indra.

Namun, lanjutnya, komitmen Grup Sampoerna yang tidak hanya dalam bentuk pembiayaan dan permodalan, tapi juga brand value, knowledge dan skill akan membawa Bank Sahabat Sampoerna menjadi bank yang tumbuh secara berkesinambungan dan berkontribusi secara signifikan di sektor Mikro dan UKM. Sesuai dengan filosofi kami, ”Memberdayakan dan Mensejahterakan”, ujar Indra menutup pembicaraan.